Hal itu juga sudah ia tekankan kepada jajaran aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Bogor saat apel pagi. Pihaknya terus memantau dan memastikan kesiapan peralatan dan personel dalam menghadapi cuaca ekstrem. “Karena berpotensi menimbulkan bencana alam seperti banjir, banjir bandang, angin kencang dan tanah longsor,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga menginventarisasi daerah rawan bencana untuk mitigasi yang lebih intensif saat cuaca ekstrem.
“Meningkatkan kerja sama secara sinergis situasi di lapangan. Pantau juga perkembangannya, lapor setiap minggu, jangan lupa tugas kita melayani masyarakat Kabupaten Bogor, kita digaji rakyat,” kata Burhanudin.
Sebelumnya, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan telah menetapkan status tanggap darurat bencana di daerah itu setelah Kabupaten Bogor dilanda bencana Senin (24/4) lalu.(*)






