Hati-hati, KPK Sebut Jabar Peringkat Satu Dalam Kasus Tindak Pidana Korupsi

  • Whatsapp
KPK
Ilustrasi gedung KPK (SALMAN TOYIBI/JAWA POS)

JAKARTA -– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku prihatin dengan wilayah Jawa Barat yang menduduki peringkat pertama dalam kasus tindak pidana korupsi. Hal ini terbukti berdasarkan data korupsi yang ditangani KPK pada 2004-2020.

“Dari sepuluh besar kasus korupsi di daerah yang ditangani KPK, Jawa Barat di peringkat satu dengan jumlah 101 kasus,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di hadapan 120 legislator Jawa Barat saat rapat koordinasi program pemberantasan korupsi terintegrasi, di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Rabu (8/9).

Bacaan Lainnya

Firli lantas mengingatkan kepada seluruh jajaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat agar tidak melakukan praktik korupsi. Dia juga meminta kepada anggota dewan yang hadir, untuk mewaspadai titik rawan korupsi khususnya dalam pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD terkait penganggaran.

“Ada empat tahapan dalam tugas dewan terkait penganggaran. Dari empat tahapan tersebut, semua rawan korupsi. Mulai dari penyusunan, persetujuan dan pengesahan, semua ada kerawanan. Pelaksanaannya juga ada, terakhir pengawasannya ada kerawanan juga,” ujar Firli.

Mantan Kapolda Sumatera Selatan ini menyampaikan, modus yang paling banyak dilakukan dalam praktik rasuah adalah pemerasan, gratifikasi, dan penyuapan. Firli juga mengingatkan peran dan tanggung jawab DPRD dalam mewujudkan tujuan nasional pada konteks pemberantasan korupsi.

Dia mengajak peserta yang hadir, sebagai anak bangsa untuk berkontribusi dalam mewujudkannya, melalui pemerintahan yang baik dan bersih dari korupsi. “Perlu diingat, dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi APBD, eksekutif dan legislatif merupakan mitra. Bukan saling berkompetisi,” tegasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *