DPRD JABAR

Soal Kekerasan dan Pelecehan Terhadap Anak, Lina : Buat Lingkungan Rumah Seyaman Mungkin

×

Soal Kekerasan dan Pelecehan Terhadap Anak, Lina : Buat Lingkungan Rumah Seyaman Mungkin

Sebarkan artikel ini
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra Lina Ruslinawati pada saat melakukan reses beberapa waktu lalu, (foto: ist)
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat dari Fraksi Gerindra Lina Ruslinawati pada saat melakukan reses beberapa waktu lalu, (foto: ist)

SUKABUMI — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Gerindra, Lina Ruslinawati mengatakan, Kekerasan dan Pelecehan Terhadap Anak buah dari ketidaksadaran masyarakat terhadap melindungi anaknya membuat kasus yang melibatkan anak terus terjadi.

Dirinya memberikan tips khusus agar orang tua bisa menyayangi dan melindungi anak-anaknya dengan membuat rasa nyaman ketika mereka ada dirumahnya sehingga tidak mencari kenyamanan di luar rumah.

Bank bjb Tandamata

“Kewajiban orang tua kan melindungi dan mengawasi, ajarkan anak agar nyaman berada di rumah. Jangan sampai bapak sibuk dengan pekerjaanya dan ibu sibuk dengan HPnya, sehingga anak tidak terpedulikan, “tambahnya.

“Kabupaten Sukabumi cukup merah ya, makanya kami melakukan penyebarluasan perda soal perlindungan untuk anak agar kasus terus bisa ditekan, “tambahnya.

Selain itu dirinya, menyebutkan kekerasan dan pelecehan terhadap anak yang terjadi di Jawa Barat Cukup tinggi. Bahkan, Kabupaten dan Kota Sukabumi bisa dikatakan masuk kedalam zona merah, mengingat banyak kasus terjadi soal kekerasan dan pelecehan anak.

Fenomena kekerasan dan pelecehan terhadap anak memang seperti gunung es, apa yang muncul dilapangan tidak menunjukan jumlah kekerasan dan pelecehan itu sedikit. Pasalnya banyak kejadian yang tidak terekspos ke publik.

“Provinsi Jawa Barat sangat penduli terhadap anak, makanya kami revisi perda soal Pelindungan Anak. Kejadian kekerasan dan pelecehan terhadap anak di Jawa barat tinggi, baik yang terungkap ke publik ataupun yang tidak. Karena berdasarkan KPAI lebih banyak yang tidak terungkap, “jelasnya.

(adv)