Reses di Desa Warnasari, Lina Ruslinawati Bagikan Sembako Pada Warga, Ini Tujuannya

Wakil Ketua Komisi II DPRD, Lina Ruslinawati membagikan sejumlah sembako kepada warga Desa Warnasari
BANTUAN : Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang juga sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD, Lina Ruslinawati membagikan sejumlah sembako kepada warga Desa Warnasari yang membutuhkan. 

SUKABUMI — Usai menggelar reses ke 1 tahun sidang 2022-2023 di Desa Warnasari Kecamatan Sukabumi, Rabu (02/11/2022). Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang juga sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD, Lina Ruslinawati membagikan sejumlah sembako kepada warga yang membutuhkan.

Menurutnya, pembangian sembako ini berdasarkan laporan yang masuk bahwa banyak warga Kabupaten Sukabumi yang terdampak bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial. Banyak warga saat ini terkedala pangan, untuk itu dirinya mencoba memberikan perhatian kepada masyarakat dengan memberikan sembako.

Bacaan Lainnya

“Ini Pemberian sembako kepada warga ini bentuk dari kepedulian anggota DPRD Jawa Barat kepada warga Sukabumi, khsusunya di Desa Warnasari. Kita akan juga akan menyisir lokasi-lokasi bencana yang ada di Kota dan Kabupaten Sukabumi, kemudian apa yang kita bisa bantu maka akan dibantu, “terang Lina Ruslinawati.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk bisa waspada, selain itu juga masyarakat harus bisa memetakan kondisi wilayahnya apakah daerah rawan bencana atau tidak. Dengan sudah dipetakan, minimal bisa mencari solusi kedepan seperti apa.

“Nah besok kita juga akan datang ke lokasi longsor di Pasirdatar, untuk memberikan sembako sekalian reses. Kita juga akan petakan bagaimana bencana longsor yang menewaskan tiga orang itu terjadi, informasi awal akibat rembesan dari air kolam yang berada di atasnya, maka kita akan carikan solusi agar tidak ada lagi korban jiwa, “jelasnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, bencana itu buah dari akibat prilaku manusia atau memang dari alam murni. Jika dari prilaku manusia tentunya kita bisa mencegahnya dengan bersama-sama dengan masyarakat dan pemerintah untuk gotong-royong menjaga lingkungan.

“Kalau ada lahan kritis didaerahnya, ayo kita bersama-sama perbaiki, kalau butuh tanaman bisa akses ke dinas kehutanan Jawa Barat apa saja yang dibutuhkan. Tentunya dinas terkait akan merespon baik ketika masyarakat meminta pohon untuk menanggulangi lahan kritis, “tukasnya. (adv)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *