SUKABUMI — Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat Hendar Darsono meminta pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memantau harga seluruh komoditas agar pengelolaan harga di pasaran tidak memberatkan pembeli. Hal tersebut diungkapkan Hendar menjelang Ramadan pada tahun 2023.
Meski saat ini, dirinya tidak menemukan kenaikan harga yang berarti di pasar, dirinya meminta pemerintah pro aktif dalam memantau harga sembako. “Secara garis besar harga kebutuhan pokok relatif stabil. Kami tersebut memantau harga-harga dipasaran, agar mengetahui ketersediaan kebutuhan pokok untuk mengantisipasi harga naik,”jelas Hendar.
Dirinya beraharap kondisi harga yang stabil terus terjaga sampai lebaran mendatang. Sementara dalam upaya menekan harga kebutuhan pokok agar tidak melonjak menjelang Bulan Ramadan, pihak juga telah berkoordinasi dengan dinas terkait. Yang mana nantinya, gelaran operasi pasar akan digencarkan di berbagai wilayah.
“Tadi kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, bahwasanya mereka siap menggelar operasi pasar dan jika harga beras mengalami kenaikan kembali, Dinas Perdagangan akan menggandeng Bulog untuk menggelar kegiatan tersebut,” katanya.
Namun demikian, dalam sidak itu ditemukan adanya perbedaan harga sejumlah komoditas antara pengelola pasar dan pedagang. Hasil dialog dengan pedagang beras dan minyak misalnya, menemukan adanya harga minyak eceran menyentuh Rp 16-18 ribu per liter. Sedangkan, catatan yang disampaikan pengelola pasar hanya Rp 14-15 ribu per liter.
Perbedaan harga antara catatan pengelola pasar dan pedagang juga terjadi di komoditas beras jenis medium. Versi pedagang harganya mencapai Rp 14 ribu per kilogram, sedangkan catatan pengelola pasar hanya Rp 12 ribu per kilogram. (adv)






