Jaenudin: Jangan Lagi Ada Transaksional di PPDB

  • Whatsapp
Sekreteris Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, M Jaenudin saat melakukan monitoring di SMA Negeri 4 Kota Sukabumi.

SUKABUMI – Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat meminta pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021 ini, tidak ada proses transaksional dari para oknum guru kepada para wali murid. Hal ini ditegaskan Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, M Jaenudin saat melakukan monitoring.

“Banyak keluhan dari masyarakat bahwa masih ada proses transaksional dalam sistem PPDB. Makanya saya meminta kepada pihak sekolah dan dinas, agar melakukan pengawasan. Jangan sampai penyakit (transaksional PPDB) masih ada,” tegasnya kepada Radar Sukabumi.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini berharap, masyarakat, siswa/i yang mengikuti pendaftaran di sekolah SMA/SMK di Kota dan Kabupaten Sukabumi mesti diberi porsi dan akses yang sama.

“Jangan ada diskriminasi. Apalagi sampai ada siswa yang ditolak masuk meski sudah memenuhi persayarakat sesuai ketentuan hanya karena kuota penuh akibat adanya ‘permainan’ sekolah,” tegasnya.

Sementara untuk memastikan proses PPDB tahun 2021 bebas dari siswa titipan, Jaenudin melakukan monitoring di beberapa sekolah di Sukabumi. Monitoring sendiri dilakukan selama empat hari. Sekolah-sekolah yang dikunjungi mulai dari SMA Negeri Cisaat, SMA Negeri 1 Kota Sukabumi, SMA Negeri 4 Kota Sukabumi dan SMK Negeri 1 Kota Sukabumi.

“Saya ingin memastikan PPDB ini berjalan sesuai atura yang telah disepakati. Ini demi menghindari proses transaksional dari para oknum guru kepada para wali murid. Saya berharap tida ada siswa titipan yang menghalalkan segala caranya demi bisa masuk ke sekolah yang diinginkan wali murid maupun siswanya,” tegas Jaenudin

Sekretaris Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, M Jaenudin meminta sekolah maupun dinas terkait mengumumkan hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ke publik. Hal ini guna meminimalisir adanya ekses dari PPDB tahun ini.

“Jangan sampai ada kesan menutup-nutupi hasil PPDB. Buka ke publik. Bila perlu, sekolah mengumumkan di media massa siswa/i yang lolos PPDB dari semua jalur. Sehingga, ini akan menimbulkan kepercaya dari publik khususnya orang tua siswa terkait sistem PPDB ini,” pinta Jaenudin.(nur)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *