Di sisi lain, sambung Muiz Dinas Perhubungan Provinsi Jabar juga perlu membuat papan peringatan untuk para pengguna jalan. “Hal itu terkait dengan bahaya Pergerakan Tanah sekitar lokasi, dan membuat petunjuk arah jalur alternatif, karena masih banyak pengendara yang terjebak ke lokasi dan belum tahu jalur alternativ,” imbuhnya.
Muiz menegaskan perlu gerak cepat, jangan ditunda-tunda karena sudah lima harian jalan terputus, sehingga mengganggu transportasi masyarakat. Apalagi dampak dari pegerakan tanah ini transportasi terganggu, roda ekonomi dan perdagangan juga tergangu.
“Kami juga mengajak seluruh elemen pemerintah setempat dan masyarakat selalu waspada terhadap potensi Pergerakan Tanah di wilayah itu,”pungkasnya. (hnd/adv)






