Penanganan dilakukan oleh warga setempat dibantu dengan SAR Buser. Warga yang rumahnya digenangi air langsung mengamankan beberapa barang berharga. Pemutusan aliran listrik secara lokal juga sempat warga setempat.
Terpisah ketika dikonfirmasi, Humas PDAM Tirta Moedal Kota Semarang Joko Purwanto mengatakan jika pipa beton yang dimaksud merupakan transmisi kolektor dari sedikitnya empat sumur atau sumber mata air. “Diantaranya dari sumber sumur wilayah barat enam, sembilan, sepuluh, dan sumber sumur wilayah barat sebelas,” kata Joko.
Air baku dari Kabupaten Semarang itu, kemudian dialirkan ke Reservoir Wungkal Kasat yang berlokasi di sekitar Ondo Rante Pudakpayung, Kota Semarang sebelum didistribusikan ke pelanggan. “Yang jelas, secepatnya kami pulihkan untuk menjamin pelayanan prima ke pelanggan,” katanya.
Selama masa perbaikan, air dari berberapa sumber yang menuju pipa pecah dihentikan sementara. Sebanyak 30.000 sambungan ke pelanggan terdampak akibat pecahnya pipa tersebut. “Pelanggan di Kota Semarang tepatnya di wilayah Srondol, Ngesrep, Bukitsari, Gombel, Jatingaleh, Kesatrian, Jangli, Karangrejo, Karangbendo, Pasadena, Greenwood,” katanya.
Sementara itu, pelangan di wilayah Kabupaten Semarang yang terdampak antaralain Perumahan Mapagan, Harmoni, Sapen, Vila Hijau, Bukit Asri, Kretek, serta Lingkungan Randu Asri. “Kami sudah membuka layanan pelanggan di nomor (024) 76920999. Bantuan air bersih ke pelanggan terdampak hendak dikirim menggunakan sarana truk tangki pada jam kerja,” ujarnya.




