“Bawalah botol minum setiap hari, juga tempat makan. Hal kecil ini bisa membawa perubahan yang besar jika dilakukan bersama,” jelasnya.
Ety berharap, melalui aksi nyata ini, warga Kota Depok bisa mengubah perilaku menjadi lebih baik. Tidak hanya di lingkungan kantor maupun sekolah tetapi juga di rumah dan sekitarnya.
“Semoga melalui aksi nyata ini bisa membuat lingkungan menjadi lebih baik,” harapnya.
Tidak hanya itu, DLHK juga terus mendorong partisipasi masyarakat dalam penghijauan. Dukungan tersebut dibuktikan dengan pembagian 220 kantong pupuk kompos gratis seberat lima kilogram kepada warga yang membutuhkan.
“Ada 220 kantong yang kami sediakan di kegiatan HPSN ini. Bagi-bagi pupuk gratis, juga mengedukasi masyarakat agar mau melakukan pemilahan sampah organik, dan menanam pohon,” ungkap Kasi Pengolahan Sampah Bidang Kebersihan DLHK Kota Depok, Anak Agung Made Sukartini, kemarin (21/2).
Made menjelaskan, pupuk yang dibagikan merupakan produksi Unit Pengolahan Sampah (UPS) Merdeka yang berada di Kecamatan Sukmajaya. Pupuk-pupuk tersebut juga dipastikan bebas dari bahan kimia.
“Melihat antusiasnya masyarakat terhadap kebutuhan pupuk, untuk hari ini kami sediakan 220 kantong. Tahun lalu, kami bawa dengan jumlah 350 dan selalu habis,” terang Made.
Made menyebut, tidak ada syarat khusus untuk mengajukan permohonan pupuk. Hanya saja, pihaknya akan terlebih dahulu mengedukasi masyarakat agar melakukan pemilahan sampah. Dimulai dari sampah rumah tangga terlebih dahulu.
“Bagi yang ingin mendapatkan pupuk, bisa menghubungi pihak DLHK. Akan kami layani jika persediaan masih ada. Jika habis, masyarakat bisa langsung mendatangi UPS Merdeka, Kecamatan Sukmajaya, dengan membawa sampah organik,” pungkas Made.
(RD/izo/rs)





