“Ketinggian gelombang mencapai 4 meter yang biasanya hanya 1-1,5 meter, sehingga kami juga melarang nelayan untuk melaut, dan sesuai perintah dari dinas sebagian besar perahu di daratkan guna menghindari kerusakan,” katanya.
Dia menjelaskan, sejak beberapa hari terakhir sejumlah perahu yang ditambatkan di Dermaga Jayanti rusak ringan, terbalik dan terseret arus akibat dihantam gelombang
“Nelayan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah, untuk yang rusak ringan biaya perbaikan sekitar 1-2 juta, kalau yang terbelah dua harus dibuat ulang dengan biaya cukup mahal,” katanya.
Dia dan nelayan yang perahunya rusak parah berharap mendapat bantuan dari pemerintah agar saat cuaca kembali normal mereka tetap bisa melaut. “Harapannya mendapat bantuan perahu baru karena kalau diperbaiki biayanya cukup mahal,” katanya.(*)






