Menurutnya, Dinkes Kabupaten Cianjur telah melakukan berbagai cara dari mulai penilaian epidemiologi yaitu dengan melihat daerah yang terkena kasus DBD apakah ada sebab akibatnya. Jika ada, maka akan dilakukan fogging atau pengasapan.
”Ketika ada kasus DBD terjadi di satu daerah, kita lakukan penilaian epidiomologi. Dari hasil tersebut jika ada penyebabnya maka kita lakukan fogging. Namun tetap saja fogging itu hanya sementara waktu saja, kembali lagi kepada kebersihan masyarakat,” paparnya.
(radar cianjur/kim)





