BRIN Selamatkan 22 Jenis Tanaman Langka

brin cianjur
TANAM POHON: Penanaman pohon oleh sejumlah stakeholder di wilayah Jangari Hills Mande Cianjur, Minggu (5/12).(Foto:Istimewa)

CIANJUR -Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya mencanangkan program peduli lingkungan lewat penyelamatan tanaman yang sudah mulai langka, termasuk tanaman buah langka nusantara, di Jangari Hills Mande, Cianjur, Minggu (5/12).

Acara kali ini juga selain BRIN, juga kerjasama dengan PT. Astra Internasional Tbk, Pemerintah Kabupaten Cianjur, juga melibatkan akademisi dan puluhan mahasiswa dari Universitas Suryakancana (UNSUR) Cianjur.

Bacaan Lainnya

Humas BRIN, Dwi Novia Puspitasari mengatakan, ada sebanyak 100 pohon dari 22 jenis tanaman langka nusantara ditanam kembali di wilayah Kabupaten Cianjur. Mayoritas dari tanaman langka tersebut merupakan buah-buahan lokal yang memiliki nilai ekonomi dan konservasi tinggi.

“Jadi tanaman tersebut merupakan hasil kegiatan eksplorasi para peneliti di Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati BRIN ke berbagai daerah di Nusantara yang merupakan hasil kerja sama dengan PT. Astra Internasional Tbk,” kata Dwi dalam rilisnya. Sejumlah tanaman itu diantaranya, Garcinia dulcis, Sandoricum koetjape, dan Diospyros discolor.

Sementara itu, Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati BRIN, Iman Hidayat mengatakan, bahwa penanaman ini merupakan program yang bertujuan untuk mengkonservasi tumbuhan langka nusantara yang hampir punah. Termasuk untuk memberikan edukasi kepada masyarakat melalui konservasi dan kepedulian tehadap lingkungan.

“Melalui program BRIN Peduli Lingkungan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya tumbuhan untuk kesejahteraan manusia dalam meningkatkan kualitas lingkungan yang baik,” ujar Iman.

Kepala Pusat Riset Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya BRIN, Sukma Surya Kusumah menambahkan, kegiatan ini berbarengan dengan momentum peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia yang jatuh pada 28 November lalu.

“Kali ini adalah kegiatan kedua yang sebelumnya pernah dilakukan di Bekasi. Bahkan kedepan kami akan lakukan secara berkelanjutan ke daerah lain dengan menggandeng berbagai multi stakeholder yang peduli terhadap lingkungan dan penyelamatan keanekaragaman hayati tumbuhan,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Cianjur, Prasetyo Harsanto mengatakan, bahwa pihaknya menyambut baik dengan adanya program ini. Karena selain dapat memberikan edukasi bagi masyarakat mengenai lingkungan, juga bisa dimanfaatkan oleh kalangan akademisi untuk mendukung kegiatan pembelajaran. “Kami juga akan melibatkan Universitas Suryakancana Cianjur dalam kegiatan ini,” ujarnya.(dan)


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *