BANDUNG – Seperti diketahui bahwa Kota Bandung bukan hanya tempat lahir banyak talenta-talenta kreatif. Tapi juga tempat tumbuhnya brand-brand lokal yang kuat, penuh kretivitas dan inovasi.
Demikian dikatakan oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar. Ia pun mengapresiasi Kota Bandung yang tidak lama lagi akan menyelenggarakan kegiatan “Bandung Punya Cerita”
Kegiatan itu, merupakan sebuah program yang menonjolkan semangat kolaborasi dari daerah untuk mendorong ekonomi kreatif. “Bandung bukan hanya tempat lahirnya banyak talenta kreatif, tapi juga tempat tumbuhnya brand-brand lokal yang kuat,” kata Irene, baru-baru ini.
“Ini jadi contoh bagaimana daerah bisa menjadi pusat kreativitas dan inovasi,” sambungnya, dikutip laman Pemprov Jabar, Jumat (22/5/2025).
Menurut Irene, kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong industri kreatif merupakan hal yang sangat penting. “Jangan hanya mengandalkan produk yang sudah ada,” pintanya.
“Kita perlu memberi ruang bagi ide-ide baru. Dari Bandung, bisa lahir komik, animasi, game, hingga film yang mengangkat cerita lokal ke panggung nasional bahkan global,” tutur Irene, menambahkan.
Dikatakannya, ekonomi kreatif sangat luas dan menyentuh berbagai lini kehidupan masyarakat. “Di seluruh Indonesia, potensi ekonomi kreatif itu nyata dan sudah jadi milik publik,” pungkasnya.
Sementara, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan dalam kesempatan itu ia mengajak masyarakat Kota Bandung, untuk lebih memperluas pandangan tentang literasi dan kreativitas.
“Jangan pikir literasi itu hanya urusan dinas perpustakaan. Banyak anak muda sekarang terlibat dalam literasi lewat berbagai cara membaca, menulis, membuat konten, bahkan bermain game. Di Bandung, ruang untuk itu terbuka lebar,” katanya.
“Perpustakaan sekarang bukan cuma soal buku. Kita sudah masuk era digital. Cerita bisa disampaikan lewat banyak medium game, animasi, dan lainnya. Ini yang ingin kita dorong lewat pelatihan storyteller dan kegiatan interaktif,” tambah Farhan.
Ia berharapa kepada dinas-dinas terkait untuk menjadikan kegiatan (Bandung Punya Cerita) ini sebagai momen untuk meningkatkan kunjungan wisatawan dan menumbuhkan industri kreatif lokal.
“Saya senang karena ini sesuatu yang berbeda. Kalau event ini sukses, maka Bandung bisa jadi pusat kegiatan kreatif yang mendatangkan banyak manfaat, termasuk ekonomi,” ungkap Farhan.
Sebagai informasi acara “Bandung Punya Cerita” akan dimulai pada 28 Juni 2025 mendatang dengan mengusung tema “Bihari, Kiwari dan Sampeureun Jaga” yang mengangkat kekayaan sejarah dan budaya Bandung. (Ron/ Pui/Hms)




