Iwan menuturkan, agar warga merasa aman dan nyaman saat mudik lebaran pihaknya menyarankan token listrik sudah terisi cukup hingga akhir masa mudik agar lampu penerangan rumah tetap menyala dan alarm token kwh meter tidak berbunyi.
“Jangan sampai pelanggan terganggu karena token listrik habis,” ujanrya.
Kemudian, lanjut Iwan, setiap pelanggan harus mematikan dan mencabut peralatan listrik sebelum meninggalkan rumah.
“Ini untuk antisipasi terjadinya korsleting listrik,” pungkasnya.
(arh/dia/pojoksatu)





