Karenanya, Folmer menyarankan, agar Pemkot Bandung menjalin komunikasi lebih intens dengan warga Tamansari, yang terdampak pembangunan rumah deret ini. “Jangan sampai karena tidak ada komunikasi, warga merasa pemkot tidak perduli dengan nasib mereka,” ujarnya.
Menanggapi gesekan yang terjadi, PJs Walikota Bandung M.Solihin mengatakan, wajar jika dalam suatu program pembangunan ada pro dan kontra. “Pada prinsipnya, Pemkot Bandung melakukan pembangunan karena ingin warganya punya peningkatan taraf hidup,” kata Solihin.
Adanya gesekan kali ini, kata Solihin itu karena kesalahpahaman dalam komunikasi. Karenanya, Solihin telah memanggil dinas terkait, untuk melakukan komunikasi lebih intens dengan warga.
“Karenanya kita akan intenskan komunikasi,” tegasnya. Terkait pembangunan, Solihin mengatakan akan terus dilakukan meski ada warga yang tidak setuju. “Kasihan warga yang setuju. Mereka sudah mau membantu program pemkot, masa harus terhalangi oleh pihak-pihak yang tidak setuju,” tambahnya.
(RBD/mur/pojokjabar)



