Henrisya KP, 45, seorang pengelola TNG di Jalan Burangrang mengatakan pihaknya akan menerima makanan atau minuman dari masyarakat. Tidak perlu meminta izin pun dengan senang hati diterima.
“Iya jadi formatnya ini adalah rembukan atau udunan dari rekan dan komunitas kakak saya untuk memberikan nasi gratis kepada siapapun yang membutuhkan,” kata Henrisya yang juga adik dari penggagas TNG, Rabu (7/11).
Selaku yang bertanggung jawab atas pengelolaan di Jalan Burangrang setiap pagi sekiranya pukul 10.00 WIB etalase akan diisi dengan beberapa pack makanan berat lengkap dengan minuman.
Tidak membatasi dan menarget jumlah makanan perharinya, yang terpenting etalase terisi dan habis oleh masyarakat yang membutuhkan.
“Jadi kami isi sebelum jam makan siang, tapi tadi saya ke sini etalase sudah ada yang ngisi nasi sama roti entah dari siapa. Pada intinya targetnya pagi terisi makanan dan sore sekiranya 16.30 WIB sudah habis,” jelasnya.
Seorang partisipan TNG di Jalan Burangrang, Maya, 40, mengatakan sangat terpanggil dan terfasilitasi dengan adanya TNG ini.



