“Mereka lebih dikenal dengan anak punk karena dandanan mereka berbeda dengan anak jalanan lainnya, saat ini kelima orang anak punk lainnya masih menjalani perawatan di puskesmas guna memastikan kondisi kesehatannya,” kata Dadan.
Kepala Puskesmas Sindangbarang Nanang Priatna, mengatakan jasad A korban tewas akibat miras oplosan Kamis siang sudah dibawa ke RSUD Sayang Cianjur, guna pemeriksaan bagian dalam tubuh lebih lanjut dan memastikan penyebab kematiannya.
Sedangkan lima orang anak jalanan lainnya saat ini masih menjalani observasi dan mendapat perhatian khusus tenaga kesehatan guna memastikan kondisi kesehatannya setelah mengkonsumsi miras oplosan alkohol murni 70 persen.
“Kemungkinan mereka akan menjalani rawat inap selama beberapa hari dengan harapan kembali pulih karena melihat kondisi kelima orang anak jalanan itu, mengeluh sakit di bagian dada, kepala sakit, mual dan muntah,” katanya.(*)






