Anggaran Kesenian dan Kebudayaan Minim

  • Whatsapp
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, M Jaenudin

SUKABUMI – Tak terperhatikannya kesenian dan kebudayaan Jawa Barat membuat legislator dari Fraksi PDI Perjuangan, M Jaenudin ini berang. Pasalnya, selain minimnya fasilitas publik untuk mengakomodir para seniman dan budayawan, dari sisi anggaran pun dinilai masih jauh.

“Ya kita bisa lihat dari fasilitas sarana dan prasarana sebagai ruang untuk mengekspresikan diri para seniman dan budayawan sangat terbatas di Jawa Barat. Begitupun dari sisi anggaran, alokasinya kecil sekali bahkan nyaris bisa dikatakan tak terlihat,” ungkap Jaenudin.

Bacaan Lainnya

Hal ini pun membuat persepsi terhadap pemerintah akan keberpihakannya terhadap seni dan budaya menjadi buruk. Seharusnya, pemangku kebijakan dalam hal ini Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil serius dalam mengelola dan menata potensi kesenian dan kebudayaan di Jawa Barat.

“Ini kan aset yang harus dilestarikan dan dijaga. Karena selain menjaga dan melestarikan, kesenian dan kebudayaan juga bisa mampu mendongkrak ekonomi Jawa Barat dengan bisa mendatangkannya wisatawan dari mancanegara,” tambahnya.

Dirinya juga mencontohkan, Gedung Kesenian di Sumedang yang roboh. Ditambah lagi dengan mangkraknya Gedung Kebudayaan di Subang. Padahal, gedung tersebut menelan anggaran cukup besar. “Ini salah satu contoh perencanaan yang asal-asalan,” bebernya.

Ia pun menilai apa yang dilakukan Gubernur Jabar saat ini, hanya sekedar like service saja. Sedangkan pada faktanya, masih banyak kebutuhan fasilitas kesenian dan kebudayaan yang tidak terpenuhi.

“Padahal seni dan budaya ini merupakan aset berharga bagi Pemprov Jabar yang harus dirawat dan difasilitasi kebutuhannya. Jangan sampai, para seniman dan budayawan tidak memiliki fasilitas untuk mengekspresikan dirinya,” pinta Jaenudin.

Jika dalam tataran kebijakan dan perencanaan benar-benar serius, maka kesenian dan kebudayaan yang ada, selain bisa dilestarikan juga akan membawa keuntungan bagi pemerintah. Salah satunya mendatangkan wisatawan baik lokal, regional maupun mancanegara.

“Kita bisa berkaca ke daerah lain yang mampu mengelola potensi pariwisata yang dipadukan dengan kearifan lokal melalui seni dan budayanya, tapi mempu menjadi daya tarik tersendiri,” tutupnya.(nur)

loading...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *