SUKABUMI – Para driver ojek online mulai semringah atas pemberlakuan pemerataan order dari pihak aplikator. Lantaran, sebelumnya, para Ojol negera lantaran pihak aplikator terkesan tidak adil karna order dinilai dari ranking dan tingkat kerajinan.
Diketahui ada dua istilah dalam sistem aplikasi angkutan online yakni anyep (sepi order) dan gacor (banyak order).
Kondisi anyep merupakan hal yang sangat menyedihkan bagi driver. Bahkan, untuk mendapatkan tiga order saja dalam sehari mereka sampai harus berdarah-darah. Namun saat ini hal itu dipastikan tidak akan terjadi karena pemerataan order dari management sudah ditetapkan.
Penanggung jawab forum Solidaritas Ojol se Sukabumi, Hendra Mulyadi mengatakan, penetapan sistem tersebut merupakan hasil dari mediasi yang cukup alot antara pihak management dan driver yang telah berlangsung belum lama ini.
“Dalam mediasi itu kami meminta adanya pemerataan order. Artinya kami meminta pihak aplikator bersikap adil dalam membagi order. Sebab, selama ini kami merasa disulitkan jika menggunakan sistem lama yang hanya memberikan order dinilai dari ranking dan tingkat kerajinan. Alhamdulillah pihak management menyetujui,”kata Hendra, kemarin (5/2).
Hendra menjelaskan, sistem yang berlaku sekarang sebenarnya masih berdasarkan tingkat kerajinan, namun perubahan saat ini memungkinkan driver yang riwayatnya kurang baik, bisa mendapatkan order yang lebih baik.
“Sekarang sudah bisa dirasakan pengembangan sistem itu. Yang dulunya anyep (sepi order) bisa dapet order untuk memperbaiki rankingnya, “jelas pria yang juga merupakan ketua Forum Silaturahmi Ojol Sukabumi (Fosil).
Hendra mengungkapkan, beberapa poin lainya yang disetujui pihak management adalah sistem cancel order. Diketahui sebelumnya, cancel order merupakan hal yang fatal bagi driver. Hal itu berpengaruh terhadap rangking yang menyebabkan driver akan sulit mendapatkan order kembali.
“Sekarang ada perubahan sistem cancel order. Driver yang membatalkan pesanan akan mempengaruhi prestasi namun masih ada peluang lebih untuk dapat orderan selanjutnya,”pungkasnya. (upi/d)






