Meski bergaji tak seberapa, bagi Enci Ika itu bukan kendala. “Awalnya saya merupakan tenaga honorer di SMA Negeri 1 Kendahe, tetapi ternyata Madrasah Aliyah Al Aqsha Kendahe dan SMP Negeri 1 Kendahe juga masih membutuhkan tenaga guru Bahasa Inggris. Sehingga saya memutuskan untuk mengajar juga di dua sekolah tersebut,” ungkapnya.
Sosok seperti Enci Ika terbilang sangat jarang. Sebagai seorang perempuan muda, dia cukup tangguh untuk mengambil langkah seperti ini. Mengingat menjadi seorang pengajar dan pembimbing bagi peserta didik bukanlah hal gampang. Ia harus sabar menghadapi murid-murid.
Namun ia mengungkapkan semua keputusan yang ia ambil, selalu dilalui dengan senang hati dan penuh tanggung jawab, bahkan katanya tak boleh ada kata lelah dan menyerah.
Perempuan ‘lulusan’ Momo Persahabatan 2018 utusan Kecamatan Kendahe ini cerita, dalam seminggu dia membagi waktu dengan sangat baik di tiga sekolah yang berada di satu kecamatan tersebut.
Dalam seminggu ia ada 12 jam mengajar di SMA Negeri 1 Kendahe, 8 jam mengajar di Madrasah Al Aqsha, dan 8 jam mengajar di SMP Negeri 1 Kendahe.
“Saya mengajar di SMA Negeri 1 Kendahe mulai Senin sampai Kamis. Kemudian Jumat dan Sabtu di SMP Negeri 1 Kendahe. Sedangkan di Madrasah jadwalnya juga Senin dan Kamis,” ungkap Enci Ika.





