Featured

Pepes Ikan Mas Dapoer Abah Sukabumi Terbang Bersama JNE

×

Pepes Ikan Mas Dapoer Abah Sukabumi Terbang Bersama JNE

Sebarkan artikel ini

Memang benar setelah matang, Pepes Ikan Mas Dapoer Abah ini rasanya begitu nikmat hingga durinya pun bisa dimakan dan wangi rempah, tidak berbau tanah serta tidak anyir. Di 2014, kemasan masih tradisional menggunakan besek dan keranjang. Baru di tahun berikutnya 2015, ia memutar otak untuk mengemas pepes ikannya agar lebih menarik minat konsumen dan unik seperti sekarang ini yakni dikemas menggunakan boks.

Meski proses pembuatannya masih menggunakan alat sederhana berupa presto dan vacuum, soal rasa patut diacungi jempol. Tidak kalah dengan pepes ikan yang diolah menggunakan mesin modern. Selain bisa dimakan langsung, Pepes Ikan Mas Dapoer Abah tahan hingga 14 hari atau dua minggu di luar freezer.

Bank bjb Tandamata

Kalau di dalam freezer, tahan hingga bulanan. Pepes ikan mas ini cocok dijadikan buah tangan atau oleh-oleh khas Sukabumi. Cara penyajian nya mudah, cukup buka kemasan, di panaskan di microwave atau dipanaskan di atas wajan tanpa minyak dengan api kecil.

Soal harga, ramah kantong. Untuk satu boks pepes ikan mas ukuran berkisar 250-300 gram dibanderol Rp 35 ribu. Sedangkan pepes pejit dijualnya Rp 10 ribu/pepes daun.

Gayung bersambut, usahanya terus tumbuh dan berkembang di tahun ini, sejak Ridwan dikenalkan seorang teman dengan JNE Cabang Sukabumi yang dipimpin Tri Heri selaku Branch Manager di sebuah pertemuan antara UKM dengan JNE Sukabumi.

“Waktu itu saya diundang untuk ikut pertemuan dengan JNE, saya bawa pepes ikan mas lalu Bapak Tri Heri yang ramah dan baik dari JNE melihat dan mencobanya, ternyata beliau bilang enak dan unik.

Diajaklah bergabung dengan Pesanan Oleh-Oleh Nusantara (PESONA) JNE dan tidak lama kemudian dihubungi pihak JNE pusat untuk dilakukan pengetesan rasa dan kualitas produk,” bebernya.

Waktu terus berjalan, kerjasama dengan JNE berjalan lancar. Dari modal awal Rp 2 juta yang ia belikan untuk peralatan memasak di 2014, kini omzetnya terus melejit setelah bergabung dengan PESONA JNE. Meski tidak menyebut angka pasti, namun Ridwan mengucap syukur kepada sang pencipta telah diberikan jalan usaha yang terbaik.

“Alhamdulillah berkat doa orang tua dan bekerja sama dengan JNE melalui PESONA yang tadinya hanya bisa memproduksi 5 kg pepes ikan mas sekarang 18 kg habis terjual dalam sehari atau dua tungku besar, dibantu oleh empat orang pegawai yang merupakan saudaranya. Satu kg ikan mas isinya empat ekor, jadi kalau ditotal 72 pepes ikan mas setiap hari laris manis mayoritas dipesan konsumen PESONA JNE,” tuturnya sembari tersenyum bangga.

Selama bergabung di PESONA, Ridwan mengaku puas dengan seluruh pelayanan yang diberikan JNE. Sebelum menggunakan JNE, dirinya sering mendapat komplain pelanggan, gegara barang sampai di pelanggan rusak.

“Setelah pilih JNE, kami puas karena sampai saat ini tidak ada pelanggan yang komplain karena barang rusak. JNE sangat memuaskan kami maupun pelanggan, waktu pengiriman juga secepat kilat. Biasa kami menggunakan JNE Yakin Esok Sampai (YES) dan benar-benar sampai tepat waktu, pokoknya JNE YES.