Setelah berkelana dengan mencoba berbagai jenis usaha, Ridwan akhirnya jatuh cinta dengan ikan mas yang ia racik menjadi pepes ikan mas duri lunak khas Sukabumi sampai sekarang.
“Sebetulnya sejak saya sekolah di SMP Negeri Cisaat (Necis) dulu itu suka jualan, ada pakaian apa saja dijual berkeliling yang penting menghasilkan uang sampai SMKN 1 Sukabumi pun juga sama jualan, setelah lulus sekolah juga tetep jualan,” terangnya sembari tersenyum mengingat masa lalu yang penuh kenangan.
Baru di tahun 2014, ia berfikir Out of The Box (Berpikir yang berbeda dari yang lainnya). Ide pun muncul, rasa penasaran menjadi.
“Waktu itu saya ingin tampil beda dengan yang lain, iseng-iseng terpikir kenapa tidak memberdayakan potensi yang ada di tanah kelahiran Sukabumi,” cetusnya.
Kebetulan rumahnya tidak jauh dengan Pasar Ikan Cibaraja, Cisaat. Dari zaman penjajahan sampai sekarang tempat ini terkenal dengan beragam jenis ikan yang dijual. Selain kualitas nomor wahid, harganya pun terjangkau dan banyak pilihan.
Budidaya ikan mas dilakukan dengan sistem pengairan dari air pesawahan yang berasal dari air pegunungan, sehingga menghasilkan ikan yang bertekstur daging tebal dan rasa ikannya berbeda dari daerah lainnya.
“Bismillah saya berjualan olahan ikan, mulai ikan nila, tenggiri hingga jambal saya masak. Kebetulan ibu saya pandai memasak, jadi digunakanlah resep turun temurun dari ibu. Saya beli ikan dari para pedagang Pasar Ikan Cibadak langsung atau mereka kirim ke rumah yang masih hidup, sehat dan segar ikannya. Jadi kami saling membantu, simbiosis mutualisme,” paparnya.
Namun, setelah dicoba berulang kali, pilihan Ridwan jatuh pada ikan mas. Selain kaya akan vitamin, jika diolah dengan baik rasanya lezat dan tidak anyir.
“Kami sekeluarga mengolahnya, abah (Bapak,red) mengajari cara membersihkan ikan mas sampai putih bersih dan darahnya hilang. Kami cuci hingga tiga kali, kemudian ibu meracik bumbu rempah-rempah segar tanpa pengawet baru divacum selama 7-8 jam, jadi aman untuk dikonsumsi sampai ke duri-durinya. Alhamdulillah istri dan keluarga besar kami juga mendukung penuh usaha ini,” tuturnya yang menyebut ayahnya dijadikan logo produknya.





