Sementara itu, Yayasan Autis Bina Mandiri pimpinan Muniyati sudah membuktikan bahwa pendidikan bagi anak autis sangat dibutuhkan. Dia mengatakan, siswa-siswinya di yayasan mereka berusia anak hingga dewasa.
Dia menggunakan pola pengajaran inklusif dengan menggabungkan ana normal dengan ABK. Harapannya untuk memberikan empati kepada anak normal sehingga lebih memahami kondisi anak berkebutuhan khusus.
“Sasaran kami pada waktu itu anak umum yang tidak mampu. Sehingga dapat mensubsidi silang biaya dari pengobatan anak autis untuk biaya sekolah anak umum,” ujar Muniyati.
(dan)




