FeaturedKOTA SUKABUMI

Mengintip Kampung Olahan Tempe

×

Mengintip Kampung Olahan Tempe

Sebarkan artikel ini

Siapa yang tidak pernah mengkonsumsi tempe? Makanan tradisional khas Indonesia ini sudah sangat populer. Tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia. Hampir semua kalangan menyukai tempe yang dibuat dari bahan kacang kedelai ini.

WIDI FITRIA, Sukabumi

Bank bjb Tandamata

Tempe tidak hanya dikenal dengan kandungan gizinya yang tinggi, rasanya yang gurih serta harganya yang murah-meriah menjadi poin plus makanan ini menjadi salah satu makanan favorit setiap orang.

Memasak tempe juga banyak diolah. Bahkan saat ini sejumlah ibu-ibu rumah tangga di RW 05 Kelurahan Jayamekar, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi ini jago mengolah tempe menjadi masakan yang dapat disukai oleh anak-anak.

Pernah mendengar kata nugget? Yup makanan yang satu ini juga menjadi camilan favorit anak-anak, jika biasanya nugget berasal dari olahan daging-dagingan, kini tempe pun bisa juga diolah menjadi nugget.
Adalah para ibu rumah tangga yang berada di RW 05 ini memiliki ide kreatif dengan mengolah tempe menjadi makanan cemilan nugget yang lezat dan bergizi.

Ketua Pengolah Nugget Tempe Rodiah mengatakan, awalnya nugget tempe ini merupakan hasil dari pelatihan PKH dari Kementerian Sosial. Menurutnya tempe adalah makanan khas Indonesia yang namanya sudah mendunia, selain itu tempe juga mudah dicari dan harganya yang murah.

“Kenapa kita bisa milih tempe karena harganya ekonomis dan mudah didapat, kita juga ingin membust terobosan baru dari olahan tempe,” ucap Rodiah kepada Radar Sukabumi, kemarin(1/2).

Diakuinya untuk produksi nugget tempe ini terbilang masih baru, untuk itu pemasarannya pun masih di sekitaran warga sekitar. Soal harga nungget tempe buatan ibu-ibu ini dibandrol dengan harga Rp15 ribu per 250 gram.

“Kita masih terkendala di bagian pengemasanan, makanya masih belum percaya diri untuk jual keluar, tetapi dalam waktu dekat ini kita akan ada pelatihan mudah-mudahan bisa terus berkembang,” terangnya.

Untuk, produksinya ini ia pun berharap nugget temper buatan ibu-ibu RW 05 tidak hanya dipasarkan di lokal tetapi juga hingga ke luar kota.

“Karena awalnya kegiatan ini untuk membantu perekonomian sekitar agar bisa lebih mandiri, tetapi alhamdulilah ternyata responnya lumayan bagus dan mungkin kedepan akan kita fokuskan agar usaha ini bisa terus maju,” tutupnya. (*)