Dengan segudang manfaatnya, tempe tanpa bahan pengawet cukup sulit ditemukan. Nah bagi Anda yang ingin mengonsumsi tempe yang tidak menggunakan bahan pengawet, tinggal datang saja ke Jalan Karadenan Kampung Ciawi RT 16/06, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.
Di lokasi ini, ada seorang pengrajin tempe yang sudah terkenal akan kualitas produknya. Ya, namanya Tempe Al Fatih.Diproduksi oleh Turah Ratiu, tempe ini terbilang laris di pasaran. Dibantu anak-anaknya, Turah meracik bahan-bahan berkualitas untuk tempenya.
“Tempe Al Fatih tidak pakai pengawet, jadi bisa tahan dua minggu bila disimpan di freezer dan satu minggu di luar ruangan,”ucap Pemilik Tempe Al Fatih, Turah Ratiu saat berbincang dengan Radar Sukabumi di rumah produksinya, Senin (1/10). Sambil mengingat-ngingat masa lalu, pria paruh baya ini menuturkan kisahnya dalam merintis usaha.
“Tempe Al Fatih ini artinya pembuka rezeki,”tuturnya.Nama tersebut ternyata diwariskan dari kerabat Turah yang kini sudah tidak memproduksi tempe.”Kerabat bapak dulu memberikan nama Al Fatih ini, karena artinya pembuka rezeki akhirnya nama ini dipakai oleh bapak untuk industri rumahan tempe,”terangnya.Nama yang sama juga Turah berikan kepada cucunya.
“Bapak merintis usaha pembuatan tempe sudah lima tahun berjalan di Kampung Ciawi ini,”imbuhnya.Sebenarnya sejak bujangan Turah sudah belajar membuat tempe, namun karena pernah berpindah tempat jadi lima tahun terakhir ini dirinya kembali fokus pada usahanya.
“Saya tau dari mulai sakitnya tempe seperti apa, bagusnya tempe seperti apa, saya tahu susah senangnya usaha ini,”terangnya.Dalam sehari, ia bisa menghabiskan satu kwintal kacang kedelai untuk dijadikan 400 bungkus tempe dengan berbagai ukuran.





