Menurunnya laju pertumbuhan penduduk (LPP) dan angka kelahiran total (Total fertility rate/TFR) di Kota Sukabumi, menjadi bagian dari sasaran/program strategis Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (P2KBP3APM) Kota Sukabumi. Berikut liputannya.
RANDI SULAEMAN, Sukabumi
Selain untuk mensukseskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, upaya yang dilakukan jajaran Dinas P2KBP3APM Kota Sukabumi ini dipercaya bisa dicapai. Caranya dengan meningkatkan pemakaian kontrasepsi (CPR), menurunkan kebutuhan ber-KB yang tidak terpenuhi (unmet need), menurunkan angka kelahiran di kelompok umur remaja usia 15-19 tahun, serta menurunkan tingkat kehamilan yang tidak diinginkan di kalangan perempuan usia subur (15-49 tahun).
“Sekarang ini kami terus mengupayakan untuk memenuhi kebutuhan alat dan obat kontrasepsi, juga mengintegrasikan pelayanan KB,”tutur Kepala Bidang Keluarga Berencana (KB) Dinas P2KBP3APM Kota Sukabumi, Rita Fitrianingsih kepada Radar Sukabumi.
Bidang KB, terus mengajak seluruh warga Kota Sukabumi untuk ber-KB. Dengan mengimbau keluarga muda yang sudah menikah untuk merencanakan periode memiliki anak, memperhatikan jarak antar kelahiran dan waktu yang tepat berhenti memiliki anak.
“Kita terus melakukan sosialisasi dan menghimbau kepada warga, untuk merencanakan periode dalam memiliki anak,”ujarnya.
Tujuannya, supaya masyarakat bisa ikut serta dalam pengendalian penduduk.



