“Sejak dua bulan lalu, Pak Apud memeriksakan anaknya ke Puskesmas Jampangtengah. Namun, tim medis merujuk ke RSUD Syamsudin SH Kota Sukabumi. Waktu Nasrullah didiagnosa, balita mungil ini mengidap penyakit limpa,” jelas Siti saat dihubungi Radar Sukabumi melalui telepon selulernya, Selasa (30/1).
Menurut Siti, saat Komunitas Sosial GPS menyambangi rumah korban, dirinya melihat perut Nasrul, seperti biasa saja. Namun, mendapatkan laporan dari keluarganya, perut Nasrullah kerap mengalami pembekanan hingga balita tersebut kerap merintih kesakitan.
“Dilihat secara kasat mata, memang balita ini tampak biasa saja seperti anak yang sehat. Padahal, di dalam perutnya merasakan sakit dan mengharuskan bolak-balik rumah sakit untuk kontrol dan mendapatkan perawatan tim medis”akunya. Bahkan, akunya pada Kamis (1/2) Nasrullah dibawa kembali ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk melakukan cuci darah secara rutin. Komunitas Sosial GPS, imbuhnya merasa prihatin terhadap kondisi kesehatan balita tersebut. Sebab, hampir setiap hari Nasrullah merintih kesakitan.
“Seharusnya, Nasrullah dirawat secara intensif di rumah sakit. Jangan seperti sekarang keluarga mesti bolak-balik ke rumah sakit. Saat kami tanya pada keluarganya, pengobatan Nasrul menggunakan Jamkesda,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Jampangtengah, Imanuel menjelaskan, pihaknya akan menerjunkan tim ke lapangan untuk mengetahui penyebab penyakit Nasrullah. Setelah itu, ia akan mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan oleh Puskesmas untuk mengobati balita tersebut. “Informasi dari bidan Pusekesmas Jampangtengah, orangtua Nasrullah ini sudah berulang kali datang ke RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi untuk pencucian darah. Bahkan, mereka disuruh untuk segera merujuk Nasrullah untuk dibawa ke Rumah Sakit Hassan Sadikin (RSHS) Bandung.
Tetapi, kenapa orangtuanya belum juga membawa anaknya ke sana,” katanya.
Untuk itu, pihak Puskesmas Jampangtengah akan segera mengunjungi rumah Nasrul, untuk mengetahui sampai sejauh mana, kondisi kesehatannya. “Memang kalau menggunakan Jamkesda, lumayan ribet juga. Karena, keluarganya sebelum Nasrullah dibawa ke rumah sakit, harus lapor ke dinas sosial dan dinas lainnya.
Seharusnya, keluarga Nasrul memiliki kartu KIS. Ini kayanya ada kesalahan dari pemerintah desa yang tidak mendata warganya sehingga Pak Apud tidak memiliki kartu KIS,” tuturnya. Menurut Imanuel, gejala pengidap kelainan limpa yang diserita Nasrullah diduga penyakit bawaan lahir. “Tetapi, asupan gizi juga bisa mempengaruhi terhadap kondisi kesehatan Nasrullah. Jadi nanti kalau memang terbukti balita itu, kekurangan gizi. Maka, Puskesmas Jampangtengah siap akan menanganinya. Kasian juga, kalau terus diterlantarkan seperti ini,” pungkasnya. (*/d)





