Hal serupa diakui jurnalis Cinema Blend Eric Eisenberg. ’’Sci-fi noir dengan visual keren. Film terbaik tahun 2017 sejauh ini,’’ tulisnya.
’’Berita bagus! Blade Runner 2049 adalah lanjutan dan ekspansi versi orisinal yang bagus banget. Nggak berharap banyak, tapi malah jatuh cinta dengan film ini,’’ ulas kritikus New York Daily News Jordan Hoffman.
Dari skrining eksklusif, para pemerhati film itu sepakat Blade Runner 2049layak dapat Oscar, setidaknya untuk sinematografi. Kevin Deakins, sang sinematografer, dinilai sukses menampilkan visual yang supercantik dan penuh emosi.
’’Emosi adegan bahkan bisa hanya diwakili oleh asap rokok atau debu yang melintas di sinar matahari yang menyilaukan,’’ papar Leah Greenbleat, kritikus Entertainment Weekly.
Sama dengan pendahulunya, film produksi Warner Bros. itu ber-setting tahun 2049. Tokoh utamanya seorang blade runner (pembunuh android) Officer K. yang diperankan Gosling.
Meski bertema masa depan, bukan berarti Villeneuve bakal mengobral gadget supercanggih di film itu. Para tokohnya bahkan tidak punya ponsel dan tidak bergantung pada internet.
’’Di masa depan Blade Runner, nggak ada Steve Jobs. Tidak ada yang namanya produk Apple,’’ paparnya dalam event media di London awal bulan ini.
Sutradara Arrival itu khawatir filmnya jadi monoton jika menampilkan teknologi serbacanggih. ’’Dunia virtual sangat powerful, tapi nggak bagus kalau ditampilkan dalam film. Nggak seru melihat detektif yang beraksi cuma dengan melihat Google,’’ kata Villeneuve sebagaimana dikutip CNet.
Nomine Oscars 2017 itu mengungkapkan, dirinya dan penulis naskah Hampton Fancher ingin melanjutkan jejak Ridley Scott. Yakni, menampilkan masa depan yang imajinatif, bukan realistis.




