Ritual tersebut diawali dengan doa-doa sambil ditemani oleh tim, setelah doa selesai dirinya melakukan pelarungan nasi tumpeng di bibir pantai. Pada saat roy maju ke arah laut, Roy tiba-tiba merasa tidak kuat dengan dinginnya air hingga mengakhiri ritualnya.
“Tolong, sudah berhenti saja. Tadi proses larung itu adalah untuk melarung alam semesta agar tidak terjadi apa-apa, kami berdoa dengan harapan-harapan baik agar tetap dipertahankan, semoga tidak terjadi apa-apa, “tutupnya. (hnd)






