Perjalanan hidup pria kelahiran Cimahi, 25 Maret 1957 itu lebih dulu beken sebagai seorang rocker.
Sebagai pemuda, ia pun memiliki obesesi menjadi seorang artis yang memiliki banyak penggemar yang memicunya mati-matian mengasah kemampuan tarik suaranya.
Sampai suatu ketika, keberuntungan menghampirinya pada tahun 1987 saat ia bertemu dengan seorang produser yang menawarinya rekaman dan membuat album.
Saat itulah kehidupan pria pemilik nama asli Hariadi Wibowo itu berubah total. Dari pemuda biasa, menjadi artis terkenal di seluruh penjuru tanah air.
Tak hanya itu, suaranya yang rock habis berciri khusus lengkingan itu membuatnya sontak menjadi idola remaja kala itu.
Gaya panggung yang enerjik dan selalu menggebrak, selalu dirindukan para penggemarnya.
Tidak hanya mampu memikat lewat lagu, Hari Moekti juga membius kawula muda saat itu dengan gaya enerjik di atas panggung.
Dandanannya jadi idola remaja: jaket kulit atau rompi, sarung tangan, celana kulit ketat atau jins dengan sobekan di sana-sini menjadi pakemnya. Tak lupa tatanan rambut serta make up layaknya rocker pun dia lakoni.
Sampai-sampai, kala itu, remaja menirukan gaya dan penampilannya yang selalu tampil dengan celana jeans sobek-sobek serta berbagai aksesoris pendukung lainnya.
Ia pun berhasil melahirkan adagium: celana jeans gak sobek, berarti gak gaul.



