EKONOMI

Telur Ayam Picu Inflasi Kota Sukabumi

×

Telur Ayam Picu Inflasi Kota Sukabumi

Sebarkan artikel ini
Pedagang-Telor
Pedagang telur ayam di Pasar Gudang, Citamiang Kota Sukabumi sedang melayani konsumen.

SUKABUMI – Badan Pusat Statistik Kota Sukabumi merilis Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Maret 2022 di Kota Sukabumi. Hasil survei, Kota Sukabumi mengalami inflasi sebesar 0,67 persen pada Maret 2022.

Sementara itu, Tingkat inflasi tahun kalender Maret 2022 sebesar 1,37 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2022 terhadap Maret 2021) sebesar 2,58 persen.

Bank bjb Tandamata

Kasi Distribusi BPS Kota Sukabumi, Sri Rachmawati mengatakan, naiknya sejumlah harga kebutuhan bahan pokok di Kota Sukabumi pada Maret mengakibatkan inflasi di Kota Sukabumi.

“Untuk di Maret 2022 ini kelompok pengeluaran yang menjadi andil inflasi Kota Sukabumi ada pada kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,84 persen,” terangnya kepada Radar Sukabumi,Minggu (10/4).

Dijelaskan Sri, kelompok makanan, minuman dan tembakau pada Maret 2022 mengalami inflasi sebesar 0,84 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 109,30 persen pada Februari 2021 menjadi 110,22 persen pada Maret 2022.

Dari tiga subkelompok pada kelompok ini yang ada di Kota Sukabumi, semua subkelompok mengalami inflasi.

Subkelompok makanan mengalami inflasi sebesar 1,01 persen, subkelompok minuman yang tidak beralkohol mengalami inflasi sebesar 0,12 persen, dan subkelompok rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,47 persen.

Kelompok ini pada Maret 2022 memberikan andil/sumbangan inflasi sebesar 0,2614 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: telur ayam ras sebesar 0,0729 persen, bawang merah sebesar 0,0695 persen, cabai merah sebesar 0,0445 persen, beras sebesar 0,0360 persen, gula pasir sebesar 0,0302 persen, daging sapi sebesar 0,0212 persen, jengkol sebesar 0,0148 persen, rokok putih sebesar 0,0132 persen, rokok kretek filter sebesar 0,0131 persen, anggur sebesar 0,0129 persenikan asin teri sebesar 0,0116 persen dan minyak goreng sebesar 0,0087 persen.

“Bukan hanya telur ayam beberapa komoditas lainya juga menjadi andil terjadinya inflasi di Kota Sukabumi seperti cabai merah, daging sapi dan juga minyak goreng,” pungkasnya. (wdy)