JAKARTA – Importir bawang putih akan mematuhi aturan pemerintah, perihal wajib tanam lima persen yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.
Salah satu importir hortikultura, CV Sinar Padang Sejahtera, Ferry Susanto Mulyono mengaku tidak keberatan dengan rencana pemerintah menghentikan impor jika swasembada tercapai 2021.
Begitupun dengan kebijakan yang mewajibkan tanam lima persen dari rekomendasi impor yang diajukan juga tidak masalah.
“Kami ikut peraturan saja. Alasannya sederhana, berkomitmen melaksanakan kewajiban. Dari kami jelas, kami dari awal komitmen. Ini namanya kewajiban bukan sesuatu yang berat,” ujarnya, kepada wartawan di Jakarta.
Sementara itu, Praktisi Budidaya Sayuran, Abdul Hamid mengapresiasi kebijakan wahib tanam 5 persen tersebut. Langkah Kementan selanjutnya adalah menemukan teknik terbaik untuk menghasilkan bawang putih unggul berkualitas ekspor.
“Saya apresiasi kebijakan wajib tanam 5 persen. Langkah sepanjutnya yang penting melaksanakan Panca atau Sapta Usaha Tani. Menggunakan varietas unggul, cultivation system dan pemupukan yang tepat disamping air hal yang penting,” katanya.



