Bahkan menurut Tamad, pembuatan sapu ijuk ini sudah dimulai dari zaman Kelurahan Karangtengah masih desa, dan usaha ini merupakan usaha turun temurun.
“Ada beberapa jenis sapu ijuk, bentuk yang lebih kokoh biasanya banyak dicari para pelanggan, selain itu jenis ini dikemas lalu di pasarkan ke supermarket,”paparnya.
Tambahnya, saat ini sebanyak 500-1000 psc sapu ijuk dipasarkan ke pelanggannya. “Alhamdulillah masih dipercaya oleh masyarakat sekitar dan hingga saat ini respon pemerintah khususnya dari kelurahan cukup baik, inilah salah satu yang membuat kami bertahan,”ulasnya.
Sementara itu, Cicah (40) salah satu konsumen sapu ijuk mengaku sapu buatan Tamad kuat dan berkualitas.”Saya sudah lama menjadi pelanggan di sini, biasanya saya memesan sapu ijuk ini sehari 50-100 pcs untuk dipasarkan kembali kepada para tengkulak,”singkatnya.
(pkl19/d)



