EKONOMI

Perusahaan Perlu Memberikan Pelatihan Keuangan

×

Perusahaan Perlu Memberikan Pelatihan Keuangan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – Dalam praktik, banyak manajemen perusahaan yang tidak memperhatikan cara karyawan mengurus keuangan rumah tangganya. Manajemen beranggapan keuangan individu karyawan adalah masalahnya sendiri.

Fakta membuktikan, karyawan yang sedang memiliki masalah keuangan (baca: terlilit utang, kesulitan membayar uang sekolah anak), biasanya produktivitas kerja menurun, karena beban pikiran.

Bank bjb Tandamata

Kemungkinan melakukan fraud atau kecurangan akan semakin besar, cenderung akan mencari pekerjaan tambahan dan tidak fokus pada pekerjaan utama.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh PwC (PricewaterhouseCooper) di tahun 2017, ternyata ditemukan bahwa 50 persen karyawan yang bekerja di sebuah perusahaan tidak memiliki dana darurat, untuk biaya tak terduga.

29 persen karyawan yang bekerja tidak dapat memenuhi pengeluaran bulanannya, sehingga harus berutang. 29 persen karyawan yang bekerja tidak siap untuk memasuki masa pensiun mereka, sehingga harus bekerja kembali.

17 persen dari karyawan yang bekerja tidak dapat membayar utangnya dan mulai terlilit utang.

Hampir 50 persen dari karyawan tersebut secara konsisten menggunakan kartu kredit untuk berutang dan hanya membayar minimum payment.

Lebih dari 40 persen dari karyawan tersebut menghabiskan waktu 3 jam atau lebih di waktu kerja mereka, untuk memikirkan atau menyelesaikan masalah keuangan mereka.

Dengan adanya pelatihan cara mengurus keuangan dan rencana pensiun, maka karyawan akan mengurangi stres, akibat masalah keuangan. Mampu bekerja lebih produktif, karena kebutuhan keuangan jangka pendek, menengah dan panjang sudah terencana.

Tidak mudah dirayu dengan suap atau korupsi, lebih loyal dengan perusahaan, karena rencana karier (career plan) dapat selaras dengan rencana keuangannya, memberi dampak positif dan membangun budaya yang sehat di dalam perusahaan.

Kasbon dan utang-utang bisa berkurang, karena karyawan tahu cara mengurus keuangan rumah tangga, memiliki dana darurat dan asuransi, serta karyawan tidak menjadi beban untuk perusahaan, karena karyawan bisa hidup sejahtera saat pensiun.

Lantas pelatihan keuangan apa yang diperlukan?

Jika HRD ingin mengadakan pelatihan keuangan, sebaiknya pelatihan keuangan seperti apa? Di Finansialku.com, kami membagi tiga tahapan dalam keuangan yaitu keamanan keuangan, kenyamanan keuangan dan kebebasan keuangan. Dalam artikel kali ini, penulis akan menyampaikan dua hal yaitu Keamanan Keuangan dan Kenyamanan Keuangan.

Keamanan Keuangan adalah seseorang dapat memenuhi kebutuhannya selama 12 bulan ke depan (memenuhi kebutuhan jangka pendek).

Bagian-bagian dari keamanan keuangan adalah arus kas (Cash Flow). Jika karyawan tidak mampu mengurus arus kas dengan benar, jadinya demo meningkatkan gaji, kasbon, utang sana-sini dan lain sebagainya.

Kemudian dana darurat (emergency fund), manajemen utang, proteksi dan manajemen risiko