Pertemuan Rutin Sentra BTPN Syariah Jadikan Masyarakat Inklusi Berdaya

BTPN Syariah Jadikan Masyarakat Inklusi Berdaya

SUKABUMI – Kehadiran BPTN Syariah di Indonesia khususnya di Sukabumi membuat masyarakat inklusi lebih sejahtera. Hal itu merupakan komitmen BTPN Syariah untuk terus memberdayakan masyarakat inklusi terutama perempuan untuk berdaya dengan cara merubah perekonomian yang sehat dan sejahtera, baik di lingkup keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Seperti halnya, dilakukan oleh ibu-ibu yang berada di kampung Joglo RT 002 RW 003, Kelurahan Cikundul, Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Puluhan ibu-ibu nampak ceria berada di sebuah halaman rumah yang beralaskan tikar. Mereka terlihat membawa buka tabungan yang berisikan uang, lalu terlihat juga para pegawai BTPN Syariah yang siap untuk memandu para ibu-ibu tersebut.

Bacaan Lainnya

Terlihat ibu-ibu yang berada di halaman tersebut nampak semangat ketika pegawai BPTN Syariah atau community officer (CO) memulai acara. Ternyata, pertemuan ibu-ibu dengan pegawai BTPN Syariah itu bernama Pertemuan Rutin Sentra (PRS). Dalam satu sentra terdapat ketua yang dijadikan leader, dimana ketua yang memandu acara tersebut didampingi oleh CO.

Pertemuan Rutin Sentra Joglo ini, ternyata perkumpulan yang dilakukan ibu-ibu setiap dua minggu sekali. Para ibu-ibu ini ternyata mendapatkan akses keuangan yang dikucurkan oleh BPTN Syariah. PRS ini menjadi modal utama ibu-ibu untuk mengubah hidup masyarakat inklusi menjadi lebih sejahtera.

Perkumpulan ini bukan hanya sebatas untuk mendapatkan pembiayaan dari BPTN Syariah saja, akan tetapi mereka diberikan pelatihan dan pendampingan. Sehingga akses keuangan yang diberikan itu bisa tepat sasaran, sehingga ibu-ibu membangun usahanya untuk lebih berkembang.

Corporate & Marketing Communication Head BTPN Syariah, Ainul Yaqin mengatakan Sejak berdiri pada 2010, BTPN Syariah terus berkomitmen memberdayakan masyarakat inklusi dengan memberikan pembiayaan untuk modal usaha dan pendampingan di seluruh penjuru Indonesia, termasuk Sukabumi. Melalui kumpulan atau Pertemuan Rutin Sentra (PRS) setiap dua minggu sekali, BTPN Syariah memberdayakan masyarakat inklusi dengan berbagai program pelatihan dan pendampingan selain melakukan transaksi keuangan serta angsuran.

” Kumpulan juga membuat hubungan ibu-ibu nasabah lebih solid dan kekeluargaan, sehingga saling mendukung satu sama lain dalam membangun usaha dan menggapai impian,” ujarnya.

Dijelaskannya, Kehadiran nasabah pada PRS menjadi sangat penting untuk memastikan nasabah mendapatkan proses pelatihan dan pendampingan dengan optimal serta manfaat berjenjang untuk mewujudkan mimpi. Pembiayaan yang diberikan ini tanpa agunan maka kehadiran PRS sebagai jaminan dari nasabah saat program pembiayaan berjalan.

” Dalam setiap PRS, community officer mendampingi ibu-ibu nasabah dalam melakukan kegiatan perbankan, mulai dari memberikan pembiayaan, membayar angsuran, sampai menabung serta melakukan pemberdayaan dengan membawa akses pengetahuan kepada nasabah,” pungkasnya.

Dikatakan Ainul Sentra yang sudah berdiri sejak 2012 lalu ini terdiri dari 19 ibu-ibu dan memiliki usaha di berbagai sektor, mulai dari usaha pertanian atau perkebunan, perdagangan, nelayan, perikanan, produksi makanan, dan peternakan. Salah satu nasabah bernama Ai Reni mengaku telah bergabung menjadi nasabah BTPN Syariah sejak 2016 dengan pembiayaan awal sebesar Rp3 juta yang digunakan untuk modal usaha memproduksi cheese stick.

” Alhamdulillah, usaha Ibu Ai Reni terus berkembang hingga bisa mempekerjakan saudara dan kini telah mendapatkan pembiayaan dari BTPN Syariah hingga Rp20 juta,” ungkapnya.

Keberhasilan Ai Reni dan ibu-ibu nasabah lain tak terlepas dari pendampingan yang dilakukan oleh Community Officer (petugas lapangan).

” Mereka bertugas mendampingi langsung ibu-ibu nasabah BTPN Syariah melalui kumpulan atau pertemuan rutin sentra yang diadakan setiap dua minggu sekali,” pungkasnya. (Bal)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *