Ia memproyeksikan industri Mamin tahun ini dapat tumbuh 10 persen lebih unggul dari dari tahun 2017.
Adapun tren makanan dan minuman saat ini tengah mengarah pada produk dengan cita rasa nasional, tidak lagi pada rasa-rasa barat seperti makanan khas Italia dan Prancis.
“Misalnya minat kopi Indonesia sedang sangat tinggi, dan inovasi seperti mi dengan rasa makanan lokal semakin populer,” tuturnya.
Namun sayangnya, mayoritas bahan baku pangan industri masih bersumber impor.
Adhi memberi contoh seperti terigu masih seluruhnya impor, susu 80 persen impor, garam 70 persen, gula 80 persen serta bahan perasa dan pewarna 60 persen-70 persen.



