Dorongan transisi kembali menguat ketika harga energi melonjak akibat konflik global. Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno menilai biaya transisi ke kompor listrik lebih murah dibanding subsidi impor LPG, mengingat Indonesia mengimpor 75–80 persen kebutuhan LPG yang harganya mengikuti harga minyak dunia.
Eddy mendukung percepatan elektrifikasi di sektor transportasi, industri, dan rumah tangga. “Mengubah kompor LPG menjadi kompor listrik adalah langkah strategis untuk mengurangi beban subsidi dan menjaga ketahanan energi,” ujarnya.(*)





