“Memang hargannya cukup mahal, karena segmen saya memang gitar pro. Ini tidak sekadar barang, tapi juga karya seni ciptaan teman-teman juga. Itu yang tidak ternilai,” jelasnya.
Selain menjual secara mandiri, Guruh memiliki beberapa reseller di tanah air maupun negara lain. Reseller-nya tersebut bukan toko musik, melainkan kolektor gitar.
Guruh telah mematenkan hasil karyanya dengan merek Batiksoul Guitar. Meski begitu, masih ada saja yang menjiplaknya. Yakni beberapa bulan usai pameran di Hongkong, muncul produk bajakan yang dipasarkan oleh salah satu website di negara tersebut.
Guna memastikan keasilan produk gitar batiknya, Guruh selalu menyertakan sertifikat resmi.
(rs/atn/fer/JPR)



