SUKABUMI – Di Kampung Gentong Pasir RT 002/001, Kelurahan Langensari, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, terdapat kisah inspiratif dari sepasang suami istri yang berhasil membangun usaha lokal bernama Pilus Tiktak Dua Sari. Usaha ini tidak hanya memberikan penghidupan bagi keluarga mereka, tetapi juga membantu masyarakat sekitar untuk mendapatkan penghasilan.
Ruswandi (49), pemilik usaha, memulai perjalanan ini setelah 15 tahun bekerja di perusahaan saudara. Dengan modal pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya, ia memutuskan untuk memproduksi sendiri. “Saya sudah tahu cara membuatnya, jadi mengapa tidak dicoba?” kata Ruswandi.
Pilus Tiktak Dua Sari telah hadir sejak 2011 dan selama hampir 14 tahun, Ruswandi dan istrinya tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi tetangga.
“Dari usaha ini, saya bisa mempekerjakan ibu-ibu dan tetangga di sini. Meskipun tidak setiap hari, ini membantu kehidupan mereka,” tambahnya.
Saat ini, produksi Pilus Tiktak Dua Sari dalam satu kali proses mencapai sekitar 300 hingga 400 kilogram, disesuaikan dengan pesanan yang diterima. Meskipun frekuensi produksi telah berkurang menjadi 2 atau 3 kali seminggu akibat kondisi ekonomi yang tidak stabil, omzet bulanan yang diperoleh tetap menjanjikan, berkisar antara Rp10-15 juta. Hal ini menunjukkan bahwa usaha lokal memiliki potensi besar.
Manfaat positif dari usaha ini juga dirasakan oleh pegawainya, seperti Isoh (56), yang mengungkapkan, “Alhamdulillah, sedikit demi sedikit bisa membantu saya secara ekonomi.”
Kisah Pilus Tiktak Dua Sari menjadi bukti bahwa dengan niat, pengetahuan, dan kepedulian terhadap sesama, usaha lokal dapat berkembang pesat dan memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat sekitar. (***)
Penulis: Rena Berliana, mahasiswa magang Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Sukabumi




