EKONOMI

Kesadaran Warga Berbatik Terus Meningkat

×

Kesadaran Warga Berbatik Terus Meningkat

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI— Keberadaan batik motif khas Sukabumi mulai menjadi primadona dan kerap digunakan oleh masyarakat umum hingga para pejabat di pemerintahan serta aparatur sipil negara (ASN)

Salah seorang perajin batik Lokatmala Sukabumi Fona Melania mengungkapkan, dari tahun ke tahun kesadaran warga untuk menggunakan batik khas Sukabumi terus meningkat. Bahkan kata, Fona masyaraka mulai memiliki pemahaman mengenai motif batik Sukabumi.

Bank bjb Tandamata

“Sukabumi punya banyak ragam atau jenis batik dan memiliki keunikan tersendiri dibandingkan daerah lain,” kata Fona kepada awak media.

Dijelaskan dia, ada sebanyak 20 motif batik khas Sukabumi yang sudah dikenalkan ke masyarakat diantaranya, jenis Masagi, Makara, Leungli di Gunung Parang, Kaum Ageng, Dapuran Awi, Jangilus, Elang Jawa dan lain sebagainya. Puluhan motif batik Sukabumi ini telah mendapatkan pengakuan hak atas kekayaan intelektual (HAKI) dari pemerintah pusat.

“Pembuatannya pun langsung dilakukan di Sukabumi yakni Jalan Kenari Kelurahan Selabatu, Kecamatan Cikole,”aku wanita beraparas cantik itu.

Diterangkan Fona, sejumlah batik tersebut memiliki makna dan simbol yang bisa diambil dari sejarah, dongeng, kekayaan flora dan fauna, serta yang lainnya. Inspirasinya tidak terbatas sehingga kemungkinan akan bertambah lagi di kemudian hari.

“Dalam momen hari batik ini kami berupaya agar masyarakat lebih mengenal batik Sukabumi,” ungkap Fona. Caranya dengan memberikan edukasi yang datang ke stand diberikan motif dan teknik membuatnya.

Fona menambahkan, pembuatan batik khas Sukabumi ini juga dilakukan oleh kalangan disabiltas. Hal ini sebagai bentuk pemberdayaan kalangan disabilitas agar mandiri.

Sementara itu, memperingati hari Batik nasional yang jatuh pada 2 Oktober ini, Walikota Sukabumi, Achmad Fahmi mengajak masyarakat untuk kembali melastarikan batik. Menurut dia, dengan menggunakan batik, selain untuk tampil lebih gaya juga sekaligus menghidupkan UMKM batik yang telah ada.

“Batik cantik dan unik, budaya asli Indonesia. Ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi sejak 2 Oktober 2009,” ujar Fahmi dalam cuitannya pada beranda media sosial.

(why)