Kedua, ketersediaan cabai rawit pada Mei dan Juni pun surplus yakni masing-masing 8.085 ton dan 8.340 ton. Ini terlihat dari ketersediaan di bulan Mei mencapai 83.315 ton dan Juni 84.872 ton, sedangkan kebutuhan Mei hanya 75.230 ton dan Juni 76.532 ton.
Ketiga, ketersediaan bawang merah juga surplus pada Mei dan Juni. Mei, ketersediaan bawang merah mencapai 127.152 ton, besarnya kebutuhan hanya 112.321 ton sehingga surplus 8.085 ton. Begitu pun Juni, ketersediaan bawang merah 125.500 ton, sementara kebutuhan hanya 116.501 ton, sehingga surplus 8.999 ton.
“Dengan demikian, ketersediaan bawang merah dan aneka cabai selama bulan Ramadhan aman. Tidak ada gejolak, baik pasokan maupun harga,” tegas Amran.
Dalam penandatanganan MoU ini, hadir Direktur Perdagangan Dalam Negeri PT.
PPI, Anton Mart Irianto, Ketua INKOPPOL, Irjen Pol (Purn) Drs, H. Yudi Sushariyanto, Sekjen HKTI, Mayjen TNI (Purn) Bambang Budi W, Ketua KTNA Nasional, Winarno Tohir, Pimpinan PT Alfa Midi, Gandhi Hadiwitanto, Ketua Gapoktan Komoditas Cabai, Juwari, dan Ketua Gapoktan Komoditas Aneka Cabai, Tunov Mondro A.
(jpnn)





