EKONOMI

Harga Cabai Rawit Melonjak di Sukabumi, Emak-emak Kelimpungan Cari Alternatif Sambal

×

Harga Cabai Rawit Melonjak di Sukabumi, Emak-emak Kelimpungan Cari Alternatif Sambal

Sebarkan artikel ini

SUKABUMI – Harga cabai rawit di pasar tradisional Kota Sukabumi mengalami kenaikan yang signifikan dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, harga cabai rawit per kilogram dibanderol sebesar Rp100.000, namun kini melonjak menjadi Rp110.000 per kilogram.

Kenaikan harga cabai rawit ini membuat sejumlah pedagang dan konsumen merasakan dampaknya. Beberapa pedagang mengungkapkan bahwa harga cabai rawit meningkat seiring dengan pasokan yang terbatas dan tingginya permintaan, terutama menjelang musim hujan yang sering mengganggu distribusi hasil pertanian.

Bank bjb Tandamata

“Biasanya harga cabai rawit stabil, tetapi belakangan ini stok terbatas karena cuaca yang tidak menentu. Kenaikan harga ini diperkirakan akan bertahan selama beberapa waktu,” ujar Eha, salah seorang pedagang di Pasar Gudang, Citamiang Kota Sukabumi saat diwawancarai Radar Sukabumi, Senin (13/1).

Kenaikan harga ini juga mengeluhkan naiknya harga cabai rawit yang mengganggu transaksi jual beli. Meski begitu, sebagian besar pedagang memilih untuk bertahan menjual cabai dengan harga baru, berharap pasokan akan kembali normal setelah cuaca yang tak menentu membaik.

Di sisi lain, para ibu rumah tangga dan konsumen yang biasa mengandalkan cabai rawit untuk keperluan memasak juga mengeluhkan kenaikan harga tersebut. “Harga cabai rawit yang terus naik membuat kami harus mengatur ulang pengeluaran untuk bumbu dapur,” ungkap Nisa salah satu ibu rumah tangga di Kota Sukabumi.

Para konsumen pun kini mencari alternatif sambal atau bumbu pedas lain untuk menggantikan cabai rawit. “Mau nggak mau, harus cari solusi lain biar enggak kebablasan boros buat sambal,” tambahnya. (wdy)