EKONOMI

Gula Pasir Mulai Langka

KOTA SUKABUMI – Keberadaan gula pasir di sejumlah minimarket di Kota Sukabumi mulai sulit di dapatkan, selain itu harga gula pasir dari hasil pemantauan mengalami peningkatan, saat ini dalam satu kilogramnya mencapai Rp 16 ribu.

Pemantauan Radar Sukabumi, gula pasir di beberapa minimarket mengalami kelangkaan, dalam rak penjualan hanya tesedia gula kelapa. Namun begitu, dibeberapa warung masih tersedia hanya saja ketersediannya tidak cukup banyak.

Seperti halnya yang diakui oleh salah satu pegawai minimarket yang enggan disebutkan namanya. Menurutnya, keberadaan gula pasir di minimarket tempat bekerjanya ini sudah tidak ada sejak beberapa hari ini.

Walaupun begitu, pria muda tersebut tidak mengetahui pasti apa yang menjadi penyebab kelangkaan tersebut. “Sudah beberapa hari ini pak tidak ada gula pasir, ada juga gula kelapa. Soal penyebabnya saya kurang tahu pasti pak,”singkatnya saat ditanyai Radar Sukabumi, Minggu (8/3).

Sementara itu, Sri Rahayu salah satu ibu rumah tangga juga mengakui cukup sulit mendapatkan gula pasir, karena saat ini tidak semua warung memiliki persediaan gula pasir. “Iya bener sudah jarang entah kenapa, tapi ada juga sih si beberapa warung dan saya beli Rp 17 ribu perkilogrmnya,” singkatnya.

Ditempat terpisah, pedagang lainnya, Dindin mengaku kesulitan mencari gula pasir tersebut. Bahkan dirinya sempat berkeliling ke berbagai grosir dan hasilnya semua kosong. “Kalau pun ada harganya mahal, naik 50 persen dari harga normal. Dan sisa gula eceran yang ada di lapak pun nyaris habis diborong konsumen,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, Perdagangan Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Kota Sukabumi, Heri Sihombing menambahkan, hasil monotoring bahan-bahan pokok dan penting di Kota Sukabumi, harga gula pasir di sejumlah pasar tradisonal di Kota Sukabumi berada di kisaran Rp 16 ribu perkilogramnya.

“Harga terakhir saat monitoring Rp 16 ribu perkilogramnya, ketersediaan masih ada. Adapun untuk komoditas lainnya masih terpantau stabil, baik itu harga, ketersediaan dan pendistribusiannya,” pungkasnya. (upi/e)

Tags
loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button