Ini Ciri-ciri Mati Syahid Menurut Umat Islam

Mati Syahid.
Ilustrasi Mati Syahid. (foto : Fixbay)

JAKARTA — Istri Gubernur Jawa Barat Atalia Praratya dalam unggahan menuliskan tentang perbedaan kata mati syahid Khusnul Khotimah dan Husnul Khotimah. Atalia menuliskan bahwa Khusnul Khotimah adalah meninggal dalam keadaan dihinakan atau direndahkan. Sedangkan Husnul Khotimah adalah meninggal dalam keadaan terbaik.

Atalia menuliskan itu seraya memohon doa agar putera sulungnya Emmeril Khan Mumtadz atau Eril meninggal dalam keadaan Husnul Khotimah. Lalu apa ciri-ciri orang yang meninggal dalam keadaan husnul Khotimah. Berikut melansir Islampost, adalah ciri-ciri mati syahid dalam keadaan husnul khotimah.

Bacaan Lainnya

Ada yang menyebut jenazah akan menampakkan raut senyum, berwajah bersih hingga harum baunya. Dilansir dari Elbalad, tanda husnul khotimah bisa dilihat dari riwayat kehidupan almarhum atau almarhumah saat masih hidup.

Seberapa besar kebaikannya kepada sesama, seberapa besar sumbang asihnya kepada agama, tanah air, keluarga, hingga masyarakatnya.

1. Ciri-ciri husnul khotimah: Kesaksian orang-orang sekitar yang masih hidup

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa kesaksian kerabat atau orang-orang di sekitarnya adalah salah satu tanda dari husnul khotimah. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ خَيْرًا وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ وَمَنْ أَثْنَيْتُمْ عَلَيْهِ شَرًّا وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ أَنْتُمْ شُهَدَاءُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ

“Rasulullah SAW pun bersabda, ‘Siapa yang telah kalian puji dengan kebaikan, maka telah wajib baginya surga. Dan siapa yang telah kalian cela dengan keburukan, maka telah wajib pula baginya neraka. Kalian adalah syuhada`ullahi (para saksi Allah) di muka bumi, kalian adalah syuhada`ullahi (para saksi Allah) di muka bumi.” (HR Muslim)

2. Ciri-ciri husnul khotimah: Kening berkeringat

Tanda lainnya dari husnul khotimah adalah bahwa dahi atau keningnya berkeringat. Hal ini sebagaimana hadits yang diriwayatkan para imam pengarang Sunan sebagai berikut:

عن بُرَيْدَةَ بن الحصيب رضي الله عنه ، أَنَّهُ كَانَ بِخُرَاسَانَ ، فَعَادَ أَخاً لَهُ وَهُوَ مَرِيضٌ ، فَوَجَدَهُ بِالْمَوْتِ ، وَإِذَا هُوَ يَعْرَقُ جَبِينُهُ فَقَالَ : اللَّهُ أَكْبَرُ ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ : ” مَوْتُ الْمُؤْمِنِ بِعَرَقِ الْجَبِينِ

“Dari Buraidah bin Hashib radiallahu anhu, dia berada di Khurasan. Lalu, saudaranya kembali kepadanya dalam keadaan sakit sehingga ia sempat menyaksikan kematiannya. Saat saudaranya meninggal dunia, ia melihat keringat keluar dari dahinya, dan berkata, “Allahu Akbar”. Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, “Meninggalnya seorang mukmin ditandai dengan keringat di dahinya.” (HR Tirmizi, Nasa’i, dan Ibnu Majah)

3. Ciri-ciri husnul khotimah: Meninggal dunia pada malam Jumat atau siang harinya

Tanda ini didasarkan pada hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Umar:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنهما ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ” مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ “

“Dia mendengar bahwa Nabi ﷺ bersabda, “Tidaklah seorang Muslim meninggal dunia pada hari Jumat atau malamnya, melainkan Allah akan melindunginya dari fitnah siksa kubur.” (HR Tirmidzi)

4 Ciri-ciri husnul khotimah: Syahid

Mati syahid atau meninggal karena berperang di jalan Allah ﷻ juga merupakan tanda bahwa seseorang tergolong khusnul khatimah. Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ قُتِلُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أَمْوَٰتًۢا ۚ بَلْ أَحْيَآءٌ عِندَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (QS Ali Imran 169)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan