Buah-buahan Asal Cina Mulai Langka, Harga Buah Alami Lonjakan

Pedagang Buah
Salah seorang penjual buah di pasar tradisional di Kota Sukabumi saat melayani pembeli.

SUKABUMI – Buah anggur dan Lengkeng asal Cina mulai langka di sejumlah pasar di Kota Sukabumi. Kondisi tersebut, terjadi sejak merebaknya wabah virus corona di Wuhan, Cina.

Hal itu, diakui salah satu penjual buah-buahan di Pasar Pasundan, Abas (56).
Menurut Abas, pasokan buah yang berasal dari negeri tirai bambu tersebut menurun pasca merebaknya virus corona di Wuhan, Cina.

Bacaan Lainnya

“Pasokan dari distributor berkurang pak, ya informasinya sejak ada virus Corona itu, terutama buah anggur dan Lengkeng asal Cina,” akunya kepada Radar Sukabumi, Selasa (25/2).

Abas mengatakan, karena kurangnya pasokan dari luar negeri sebagian harga buah impor pun mulai melambung naik. Seperti buah Apel Puji, Pir, hingga jeruk santang dan jeruk sunkis saat ini mengalami kenaikan harga rata-rata mencapai 30 persen.

“Untuk harga Apel Puji yang semula di bandrol dengan harga Rp. 300 ribu per karton kini menjadi Rp. 400 ribu, sementara Pir yang awalanya Rp. 80 ribu kini mencapai Rp. 240 ribu, sementara untuk Jeruk Rp. 230 ribu kini mencapai Rp 260 ribu,” sebutnya.

Penjualan buah, lanjut Abas, menurun drastis sekitar 30  persen dari omzet biasa di lapaknya hilang. Dirinya berharap jalur impor asal China kembali dibuka untuk memberikan kemudahan pasokan buah impor.

“Yang pasti ini berdampak pak bagi kami sebagai penjual, kami harap sih asa solusi yang terbaik sehingga pendapatan kami bisa normal kembali,” pungkasnya. (upi/t)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.