EKONOMI

Bank Indonesia Sebut Bank Sentral G20 Bakal Atur Mata Uang Digital

×

Bank Indonesia Sebut Bank Sentral G20 Bakal Atur Mata Uang Digital

Sebarkan artikel ini
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI)
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Doni Primanto Joewono. (Agas/Jawa Pos)

Kharim menjelaskan, bank digital memainkan peran penting sebagai perantara keuangan CBDC. Mengingat, tak sedikit masyarakat, khususnya milenial, yang memiliki aplikasi Bank Jago dalam kehidupan sehari-harinya. “Sehingga lebih mudah bagi Bank Jago dalam mempromosikan penggunaan CBDC,” ujar Kharim.

Bank bjb Tandamata

Sementara itu, Division Chief in the Monetary and Capital Markets Department IMF Tommaso Mancini Griffoli menyebut konsep mata uang digital bank sentral tidak menguntungkan bagi masyarakat maupun dunia perbankan. Tidak berbeda dengan dompet digital bank komersial. Konsep CDBC yang diusung tidak menawarkan suku bunga kepada perbankan maupun masyarakat yang akan menyimpan dananya dalam bentuk mata uang digital di bank sentral.

“Belum jelas CBDC akan memiliki keuntungan. Jika CBDC tidak menawarkan suku bunga dan bank komersial memiliki jaminan simpanan yang lebih baik, maka deposito mungkin sama amannya tetapi mampu menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi,” bebernya.

Baca juga:
Butuh Waktu Sepekan Ungkap Kasus Baku Tembak di Rumah Kadiv Propam
Saat ini banyak bank komersial beralih ke digital. Menawarkan sistem pembayaran yang lebih nyaman. Agar perbankan lebih dekat dengan nasabah dan memahami kebutuhan konsumen secara lebih baik.

“Saya pikir CBDC juga tidak menjamin akses (keuangan) dan tidak berkontribusi langsung pada inklusi keuangan,” ungkap Tommaso.(*)