Selama tiga bulan pengeboman, pasukan NATO menjatuhkan 15 ton depleted uranium ke Serbia dalam bentuk bom dan peluru. Pemboman itu menciptakan penyakit kanker, dan Serbia menjadi negara dengan peningkatan kanker tertinggi di Eropa.
Dalam sepuluh tahun pertama setelah pemboman, sekitar 30.000 orang terkena kanker dan 10.000-18.000 di antaranya meninggal akibat kanker yang mengganas.
“Serangan jahat, mengerikan, subversif, pengecut oleh tentara NATO di Serbia dan Yugoslavia adalah bukti kebijakan neo-Nazi AS dan satelitnya. Serbia akan mempertahankan diri melawan agresor dan akan mengalahkan musuh,” Vucic perah berpidato demikian, seperti dikutip RTS.






