Di jalanan Teheran, warga berkumpul, sebagian menangis, sebagian lainnya mengangkat tangan berdoa. Bagi mereka, pidato terakhir sang pemimpin adalah warisan spiritual yang akan terus dikenang.
Feature ini bukan hanya tentang politik atau perang. Ia adalah tentang manusia—tentang bagaimana sebuah bangsa memaknai kata-kata terakhir seorang pemimpin, menjadikannya doa, semangat, dan pengingat bahwa di tengah dentuman rudal, suara keyakinan tetap bergema.(**)






