Dalam siaran radio VHF, Angkatan Laut Iran menyampaikan: “Perhatian semua kapal, sehubungan dengan kegagalan pemerintah AS memenuhi komitmennya dalam negosiasi, Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup sepenuhnya. Tidak ada kapal jenis atau kewarganegaraan apa pun yang diizinkan melewati Selat Hormuz.”
Penutupan ini berdampak besar terhadap lalu lintas global. Ratusan kapal dan sekitar 20.000 pelaut dilaporkan tertahan di kawasan Teluk, menunggu kepastian untuk melintasi jalur vital yang selama ini menjadi penghubung sekitar 20 persen distribusi minyak dan gas alam cair dunia.(*)






