Iran sendiri menegaskan tetap mengizinkan kapal-kapal dari negara sahabat melintasi Selat Hormuz, sementara akses bagi musuh ditutup. Langkah ini menunjukkan posisi strategis Iran dalam menjaga jalur vital energi dunia.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan balasan tersebut menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan internasional.(*)






